SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur mengeluarkan rekomendasi penutupan kolam di PT Surya Inti Sawit Kahuripan (SISK) di Desa Kasai, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kolam tersebut ditutup pasca insiden dugaan bocornya penampungan limbah di perusahaan tersebut beberapa hari lalu.

"DLH ada mengeluarkan rekomendasi terkait dengan jebolnya kolam bekas galianm namun bukan kolam limbah," kata Plt Kepala DLH Kotim, Ahmad Sarwo Oboy.

Namun demikian, kolam yang ditutup tersebut lokasinya berada di areal pabrik perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

"DLH merekomendasikan PT SISK tutup total 3 kolam itu karena berpotensi jebol apabila terisi air hujan secara terus menerus," tukasnya.

Sementara itu terkait hasil uji laboratorium terhadap air sungai menurutnya masih belum diketahui.

"Kita masih menunggu, rencananya keluar tanggal 28 Februari 2021 nanti," tukasnya.

--page

Dia menjelaskan, sampel itu dicek melalui laboratorium di Jakarta dan sudah dikirim beberapa waktu yang lalu. (NACO/B-11)