KASONGAN –

BORNEONEWS,  Kasongan - Gedung Sekolah Dasar Negeri atau SDN Desa Talingke Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan kondisinya sungguh memprihatinkan. 

Pasalnya, tanah bagian depan bangunan gedung sekolah dasar ini terus tergerus abrasi Sungai Katingan. 

Dari pantauan borneonews.co.id, Selasa, 16 Februari 2021, tanah yang masih belum longsor kena abrasi dari bangunan sekolah dasar ini hanya tersisa kurang lebih tiga meter saja. 

Itu artinya dalam waktu yang tidak terlalu lama, gedung sekolah ini akan terkena dampak abrasi Sungai Katingan, bahkan terancam ambruk. Apalagi jika sungai dalam kondisi pasang atau banjir, ombak atau gelombang sungai akan terus menghantam permukaan tanah.

Menurut Daji, salah seorang warga Desa Talingke, abrasi di sekitar gedung SDN Talinge ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. 

--page

Namun saat itu, jarak gedung sekolah dengan tanah yang longsor masih jauh. "Tapi sekarang Sungai Katingan menjadi lebar di sekitar gedung sekolah itu, sehingga saat ini jarak antara gedung sekolah dengan sungai yang terus longsor itu sekitar beberapa meter saja, " kata Daji. 

Ia mengaku khawatir jika seandainya pembelajaran tatap muka di sekolah itu mulai diberlakukan. Sebab dimungkinkan anak sekolah terutama kelas satu dan dua  akan bermain di dekat tanah yang longsor ke sungai tersebut. 

"Sebab bisa membahayakan keselematan bagi anak-anak sekolah kalau seandainya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, " tuturnya. 

Dirinya mengaku, di Desa Talingke sejauh ini baru ada satu gedung SDN. "Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pemerintah harus memperhatikan kondisi bangunan SDN itu, mungkin alternatifnya membangun gedung baru yang lokasinya tidak di tepi sungai, " tuturnya. (ABDUL GOFUR/B-7)