BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui BPBD, Mendorong agar desa-desa pada wilayah rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, untuk membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
Hal ini, disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Seruyan, Agung Sulistiyono menurutnya, dengan pembentukan kelompok masyarakat peduli api, secara langsung mendorong keterlibatan masyarakat.
“Masyarakat bisa terlibat langsung, berperan dalam upaya mencegah dan penanganan apabila di wilayahnya terjadi karhutla,” katanya, Rabu 17 Februari 2021.
Di Kabupaten Seruyan, saat ini sekitar 15 desa di wilayah rawan karhutla, telah di bentuk kelompok masyarakat peduli api, seluruhnya telah dilengkapi dengan peralatan pemadaman yang di perlukan.
“Pemkab Seruyan melalui BPBD membantu peralatan yang di perlukan, termasuk memberikan berbagai pelatihan yang di perlukan,” ungkapnya.
--page
Kemudian, dalam hal pencegahan dan penanganan Karhutla di Kabupaten Seruyan, peran serta masyarakat sangat di perlukan, agar upaya yang dilakukan bersama stakeholder bisa maksimal.
“Dengan keterlibatan masyarakat, apabila terjadi potensi kerawanan karhutla, maka bisa di tangani serta diminimalisir dalam waktu segera oleh masyarakat setempat,” tandasnya. (FAHRUL/B-5)









