PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengelolaan lumbung pangan nasional melalui program Food Estate menjadi salah satu prioritas Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di tengah Pandemi Covid-19.

Sebagai langkah untuk menjaga dan menjamin mutu hasil produksi tanaman pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng berencana menerapkan Good Handling Practices (GHP).

GHP ini menitikberatkan penanganan produk pada saat panen dan setelahnya agar produk yang dihasilkan berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi.

“Belajar dari panen pada awal Januari 2021 lalu, untuk meminimalisasi kehilangan hasil sekaligus peningkatan mutu, nantinya akan diterapkan good handling practices dalam penanganan pasca panen,” tutur Kepala DTPHP Kalteng, Sunarti.

Sunarti menjelaskan nantinya yang masuk dalam GHP meliputi fasilitasi sarana prasarana pasca panen dan pengemasan produk, termasuk juga pengamanan ketersediaan stok dan distribusi bahan pangan.

“Ditambah lagi diversifikasi usaha tani atau penganekaragaman usaha pertanian untuk menambah pendapatan rumah tangga petani, termasuk adanya usaha petani terpadu, peternakan dan perikanan juga menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan potensi yang ada,” ungkapnya.

Sunarti menuturkan pihaknya juga akan fokus pada stabilitas harga, yakni dengan menjalin kerjasama lintas institusi daerah serta melibatkan petani atau poktan dan pemasok dari luar wilayah apabila terjadi kenaikan harga komoditas pertanian.

“Upaya yang sudah ditunjukan pemerintah adalah dengan adanya pasar tani dan pasar penyeimbang ketika terjadi kenaikan harga,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/B-6)