BORNEONEWS, Sampit - Marak kemunculan buaya di daerah tepian pantai sekitar wilayah Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata berdampak dengan harga kerang di pasaran saat ini tinggi.
"Saat ini harga kerang masih tinggi, karena nelayan kerang tidak bisa mencari hingga larut malam, takut diserang buaya," ujar Basri, salah seorang pedagang kerang di Pasar Pelangsian, Rabu, 17 Februari 2021.
Saat ini harga kerang berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogram. Para pedagang kebanyakan mendatangkan kerang dari nelayan di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit.
"Saat ini harga nelayan juga tinggi, bahkan mencapai Rp 12 ribu per kilogram," kata Basri saat dibincangi borneonews.co.id.
Desa Lampuyang sudah sering muncul buaya. Bahkan beberapa nelayan kerang menjadi korban sambaran buaya, sehingga kondisi ini menjadi salah satu faktor tingginya harga kerang.
--page
"Sekarang buaya yang menyerang warga, kalau dulu buaya pergi saat warga mencari kerang. Itulah yang menjadi penyebab harga kerang masih tinggi," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









