BORNEONEWS, Sampit - Kepala Desa Bangkuang Makmur, Fitriannur mengatakan, pihaknya telah menganggarkan dana untuk pembelian 120 unit tandon air.
Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa terhindar dari serangan buaya. Karena selama ini, aktivitas mandi, cuci dan buang air dilakukan di Sungai Mentaya yang sering terlihat kemunculan buaya.
"Tahun 2021 ini, kami anggarkan dari APBDes untuk pengadaan 120 tandon air," ujar Fitriannur, Rabu, 17 Februari 2021.
Dia menuturkan, saat ini memang tidak ada warganya yang menjadi korban serangan buaya. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, bahkan hingga pagi tadi, buaya sering menampakan diri di sekitar sungai dekat permukiman warga.
"Sehingga, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akan kami bagikan tandon secara bertahap," kata Fitriannur.
--page
Selain itu, pihaknya juga akan berupaya menganggarkan pembuatan tempat ternak unggas jauh dari tepi sungai, melalui alokasi dana pemulihan ekonomi. Hal itu selain meningkatkan perekonomian masyarakat, juga menghindari kemunculan buaya.
"Ternak unggas di atas sungai atau tepi sungai juga menjadi salah satu penyebab datangnya buaya, karena itu merupakan makanannya," terang Fitriannur. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









