BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anggota Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar silaturahmi bersama dengan dewan pembina atau dewan penasehat (Wakil Bupati Kobar) Ahmadi Riansyah, Rabu 18 Februari 2021.
Ahmadi menyampaikan,kegiatan kali ini selain mempererat tali silaturahmi juga akan dilakukan diskusi, membahas 3 isu setrategis yang saat ini sedang berkembang.
"Sehingga dengan silaturahmi seperti ini, kita dapat menemukan solusi menangani isu yang berkembang di masyarakat," katanya.
Ke 3 isu tersebut pertama ialah berkenaan dengan hasil putusan Mahkamah Konstutusi (MK) terkait sengketa Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.
Beberapa waktu lalu telah diputuskan. Sehingga semua pihak berkewajiban bersama - sama menjaga, memelihara ketertiban dan kemanan di Provinsi Kalteng, khususnya di Kobar.
--page
"Tidak ada lagi isu politik yang justru memperkeruh suasana. Kehadiran kita sleaku FKP dan FKB bagaimana kita mampu merangkul komponen masyarakat, menjaga kekondusifitasan Kobar," ungkapnya.
Kemudian isu kedua terkait Sara dan Suku, akibat adanya kasus pembunuhan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Isu ini perlu adanya peran para tokoh adat dan tokoh agama bagaimana meluruskan klarifikasi kemudian selanjutnya merangkul masyarakat agar situasi tidak meluas dan tidak memastikan gejolak di masyarakat.
Selanjutnya isu ketiga adalah terkait upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan melakukan program vaksinasi. Hal ini juga perlu dukungan bersama agar proses Vaksinasi yang dicanangkan rampung selama 15 bulan dapat berjalan dengan baik.
"Untuk itu bagaiamana kita bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwa vaksin ini aman dan halal. Efektif untuk menekan angka penularan Covid-19, harapan kita tahap kedua dan ke empat dapat berjalan dengan baik. Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antar komponen masyarakat," pungkasnya. (DANANG/B-6)









