PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Nelayan di pesisir Sungai Bakau, Kecamatan Kumai, Kabupaten turut merasakan dampak pandemi covid-19, salah satunya menurutnya harga jual hasil tangkapan nelayan.

Kondisi ini diperparah dengan hasil tangkapan nelayan yang mengalami penurunan. Begitu juga jumlah pembeli.

"Sekarang ini penghasilan menurun. Sudah harganya turun, pembeli juga tidak ada. Maksudnya, hanya pembeli lokalan saja. Tidak sampai kirim ke luar daerah," kata salah seorang nelayan di Kumai, Katri, Sabtu, 20 Februari 2021.

Sebelum covid-19 menlanda, Katri mengungkapkan hasil tangkap nelayan dikirim ke Jakarta hingga ke luar negeri. Namun sekarang hanya dibeli distributor lokal Kumai dan Pangkalan Bun.

Selain itu harga tangkapan nelayan juga mengalami penurunan. Salah satunya harga udang sebelum covid-19 bisa mencapai Rp 85 ribu per kilogram, sekarang hanya Rp 55 ribu per kilogram.

"Kebutuhan pokok sekarang harganya naik terus, jadi ya tidak seimbang. Serba kekurangan lah," ungkapnya.

Selain itu, Katri juga mengaku tidak dapat bantuan alat tangkap ikan dari pemerintah. Namun, bantuan itu diteirma warga yang dekat dengan pemerintah berupa jaring dan kelotok.

--page

Selain penurunan harga, dalam 2 bulan terkahir ini, para nelayan sering terkendala cuaca buruk, seperti gelombang tinggi, hujan deras disertai angin kencang.

"Kami berharap, situasi dan kondisi cepat pulih kembali," pungkasnya. (DANANG/B-11)