BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Upaya untuk pengembangan ekonomi hijau yang ramah lingkungan sangat penting dilakukan. Itu bisa meningkatkan ekonomi dan kemampuan kelompok tani di dalam dan sekitar kawasan hutan.
Seperti yang dijalankan Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar, Kecamatan Arut Utara Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Selain beraktivitas seperti kelompok tani pada umumnya, mereka juga belajar budidaya lebah madu kelulut.
Yuliadi, anggota KTH Meniti Fajar mengatakan, budidaya madu kelulut ini memiliki prospek ekonomi yang bagus, ramah lingkungan, dan berkhasiat untuk kesehatan.
"Selain berkebun, kami juga membudidayakan madu kelulut. yang memiliki khasiat bagus untuk kesehatan. Ini juga dapat membantu perekonomian anggota kelompok tani," ujarnya, Sabtu, 20 Februari 2021.
Yuliadi menambahkan, jika dalam sekali panen mereka bisa mendapatkan sekitar 2 liter madu kelulut. Selain untuk dikonsumsi sendiri, KTH Meniti Fajar juga menjual hasil panen.
"Penjualan dilakukan baik secara langsung dan juga dipasarkan melalui media sosial. Per liternya kita hargai Rp 300 ribu," kelasnya.
--page
Ia mengungkapkan, jika budidaya lebah madu kelulut cukup mudah. Tidak perlu perawatan khusus dan tidak perlu takut disengat. Kemudahan pengembangan koloni, produktivitas propolis lebih tinggi, tahan hama penyakit, serta dapat dipanen sepanjang waktu. (DANANG/B-11)









