PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak awal Januari 2021 petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Palangka Raya terus melaksanakan program jemput bola dalam rangka perekaman E-KTP ke wilayah yang selama ini sangat susah dijangkau.

Namun untuk melaksanakan kegiatan ini banyak tantangan yang dihadapi para abdi negara di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Dukcapil Kota Palangka Raya, Afendie itu.

Afendie bersama staf terkadang harus jalan kaki, karena sampai saat ini masih ada wilayah kelurahan di Kota Palangka Raya ini masih belum bisa ditempuh dengan akses jalan darat.

Mau tidak mau Afendie bersama staf pun harus menyewa kelotok atau perahu air saat melaksanakan perekaman E-KTP seperti di Kelurahan Bereng Bengkel.

“Saat ini jalan darat yang menghubungkan Kelurahan Bereng Bengkel putus, karena banjir, namun di sana ada ketolok yang setiap saat bisa dipakai,” tuturnya, Minggu 21 Februari 2021.

--page

Sulitnya akses infrastruktur ini justru menjadi tantangan bagi Afendie dan staf, meski terkadang harus membawa peralatan perekaman secara bergantian.

“Kami akan terus melaksanakan layanan prima karena sampai saat ini masih banyak warga yang belum melakukan perekaman E-KTP dan sasaran kami adalah warga yang tinggal di daerah pinggiran,” tandasnya.  (HENDRI/B-5)

Area lampiran