SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Perkebunan jambu kristal ternyata cukup menjanjikan, karena memiliki nilai ekonomis tinggi, terutama di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini cukup mengganggu perekonomian masyarakat. 

Potensi itupun mulai dilirik masyarakat dengan membuka lahan untuk menanam jambu kristal ini, seperti seorang petani di Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Doni Saputro. 

Dia membuka lahan baru untuk menanam jambu kristal. Pasalnya harga buahnya masih cukup tinggi di pasaran. 

"Saat ini masih Rp 25 ribu per kilogram, dan harga ini stabil. Hal itulah yang membuat saya tertarik untuk menanam jambu kristal," ujar Doni, Senin, 22 Februari 2021. 

Menurutnya bercocok tanam jambu kristal juga tidak sulit dan cepat berbuahnya. Dari pertama cangkokan ditanam sekitar 6 bulan hingga 1 tahun biasanya sudah berbuah dan menghasilkan. Ditambah lagi dengan pemupukan yang tepat, maka hasilnya akan semakin bagus. 

--page

"Bibit nya juga sudah banyak dijual, dan harganya dalam bentuk cangkokan Rp 50 ribu per pohon," katanya. 

Sementara Nako, petani di Kecamatan Cempaga, juga melakukan penanaman pohon jambu kristal. Hal itu dilakukan karena hasilnya cukup menjanjikan dan modalnya tidak terlalu besar, karena bisa dicangkok sendiri di pohon hang sudah berbuah. 

"Yang penting tinggal perawatan, seperti penumpukan dengan takaran yang tepat dan saat mulai berbuah segera dibungkus agar menghasilkan buah yang bagus," terangnya. 

Baik Doni maupun Nako, mengatakan ditengah pandemi Covid-19 ini, harus lebih bisa mencari kegiatan untuk pemulihan ekonomi dan yang cukup menjanjikan adalah pengembangan di sektor pertanian dan perkebunan. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)