BORNEONEWS, Sampit - Kerusakan jalan Walter Condrat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah cukup lama dan hingga kini belum tersentuh pembangunan.
Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo mengatakan jalan tersebut kerap kali digenangi air saat hujan. Akibatnya, mengakibatkan jalan semakin rusak parah.
Handoyo meminta, agar pemerintah kabupaten agar segera melakukan perbaikan di jalan tersebut. Apalagi, sudah beberapa kali warga di sana mengalami kecelakaan motor saat melintas di jalan rusak itu.
Menurut Handoyo kerusakan jalan itu mulai dari perempatan Walter Condrad-Hasan Mansyur hingga ke arah utaranya.
"Jalan Walter Condrat ini termasuk jalan dalam Kota, melihat kondisinya dibiarkan seperti itu sejak lama terkesan ada pembiaran dari pemerintah setempat," ucap Handoyo.
Menurutnya, jika pemerintah tidak bisa melakukan pengaspalan, setidaknya peningkatan jalan itu rutin dilakukan menutupi lobang-lobang di jalan itu.
"Bahkan sering katanya warga terjatuh ketika melintas di jalan itu karena jalanan yang licin dan berlumpur setelah diguyur hujan," tegasnya.
--page
Terlebih lagi ujarnya, saat ini Kotim tengah berada di musim hujan. Sehingga banyak jalanan di dalam Kota Sampit tergenang dan bertambah rusak. Dirinya meminta agar pemerintah lebih memperhatikan lagi kerusakan jalan di dalam kota.
"Apalagi jalan Walter Condrat ini jalan yang sudah lama ada, tapi sampai sekarang belum juga di aspal. Sedangkan ada jalan yang baru dibuat sudah di aspal, pemerintah jangan tebang pilih dalam memperbaiki jalan, karena itu akses utama masyarakat," tegasnya.
Handoyo mengaku, banyak mendapat keluhan dari masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut. Maka dari itu pemerintah paling tidak harus mengalokasikan anggaran perbaikan Jalan Walter Condrad karena setiap musrenbang selalu diusulkan warga.
"Begitu juga dengan jalan lainnya yang ada di dalam kota. Tahun 2021 ini harus sudah diaspal, karena itu wajah kota kita," tandasnya. (NACO/B-11)









