BORNEONEWS, Muara Teweh - Bupati Barito Utara, Nadalsyah mengatakan daerah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) agar tidak boleh lengah.
Karena berdasarkan data yang disampaikan oleh Menko Polhukam, Mahfud MD bahwa berkaca pada pengalaman kebakaran hutan yang hebat pada 2015 hingga negara tetangga mengajukan protes-protes.
Pemerintah melakukan penataan penanganan karhutla, hingga sampai dengan saat ini, jumlah kebakaran hutan berkurang drastis.
Berbagai upaya pemerintah membuahkan hasil dan hingga 2020 tidak terjadinya kabut asap di beberapa wilayah yang dulunya sering mengalami kabut asap dan tidak adanya asap lintas negara.
“Keberhasilan di 2020 diharapkan jangan sampai membuat lengah, terlebih untuk daerah yang masih rawan Karhutla,” katanya.
--page
Selain itu pemerintah dari 2015 rutin melaksanakan pertemuan dan rapat untuk membahas mengenai Karhutla.
"Untuk mengingatkan agar tidak lupa pada aturan yang disepakati pada tahun 2016," jelasnya, Selasa 23 Februari 2021
Presiden juga menegaskan kepada Pangdam dan Kapolda agar dapat menangani karhutla di wilayahnya “Karena apabila terjadi kebakaran hutan yang tidak dapat ditangani, maka sanksinya adalah diganti,” ujar Nadalsyah.
Disampaikan jika presiden mengatakan berdasarkan data BMKG, sampai April 2021, di wilayah Indonesia curah hujan masih cukup tinggi.
Presiden juga menyampaikan langkah dalam penanganan karhutla. Yakni prioritas dalam pencegahan, prioritaskan pemantauan bagi daerah yang rawan karhutla, update data, infrastruktur monitoring data sampai bawah. (RAMADHANI/B-6)









