BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri berharap pola pengajaran di kawasan terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) dilakukan secara tatap muka.
“Di tengah pandemi Covid-19, daerah 3T perlu dipertimbangkan karena tidak ada jaringan internet. Daerah itu juga aman penyebaran Covid-19,” sebutnya, Selasa 23 Februari 2021.
Fahrizal menilai karena daerah3T relatif aman, bisa dilakukan pengajaran classical tetapi dengan tetap mengedepankan pembatasan dan protokol kesehatan (Prokes).
“Saya pikir tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan proses belajar mengajar classical dengan mengedepankan prokes,” sebutnya.
Sebelumnya Dinas Pendidikan Kalteng mengeluarkan surat edaran pada akhir 2020 yang memperbolehkan satuan pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran secara offline tatap muka.
--page
Namun dengan pertimbangan utama harus mendapat izin dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di kabupaten dan kota serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik pengaturan jarak maupun jumlah peserta didik. (HERMAWAN DP/B-6)









