PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri penggunaan alat deteksi Covid-19 besutan Tim ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) GeNose C19 di Kalteng tergantung tim kesehatan.

“(GeNose) Sementara belum, kita masih menggunakan PCR saya pikir akurasi masih PCR. Nanti kami pertimbangkan dari mereka yang membidangi kesehatan,” ungkapnya, Selasa 23 Februari 2021.

Menurut Fahrizal jika memang nanti tim yang membidangi kesehatan tersebut mengusulkan penggunaan GeNose bisa dilakukan pengalihan ke GeNose.

Karena anggaran tersebut masuk ke biaya tak terduga yang penggunaannya fleksibel tergantung kebutuhan yang untuk deteksi Covid-19 dipegang bidang kesehatan.

Perlu diketahui GeNose merupakan alat pendeteksi virus Covid-19 tim ahli UGM dan telah mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan (Kemkes).

--page

Tim UGM mengklaim tingkat akurasi GeNose C19 memiliki Sensitivity 92%. Hal ini mengandung arti, GeNose C19 mampu membaca adanya tanda positif Covid-19 dengan peluang 92%.

Kemudian Specificity 94% atau mampu membaca tanda negatif Covid-19 dengan peluang 94%. Sedangkan Positive Predictive Value (PPV) 87%, atau menunjukan yang benar-benar (true) positif dari hasil deteksi dengan GeNose C19, adalah 87 persen.

Serta Negative Predictive Value (NPV) 97% atau deteksi benar-benar (true) negatif dari hasil deteksi dengan GeNose C19 adalah 97 persen. (HERMAWAN DP/B-6)