SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengancam Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal itu dikarenakan 70% tanah di daerah merupakan lahan gambut. 

"Hampir seluruh wilayah di Kotim rawan terjadi Karhutla, karena 70% hingga 80% struktur tanah di daerah ini merupakan lahan gambut," ujar Komandan Satgas Karhutla Kotim Letkol CZI Akhmad Safari, Rabu, 24 Februari 2021. 

Ancaman tersebut menjadi perhatian pihaknya. Meskipun saat ini di Kotim masih musim penghujan. Namun sejak awal Januari 2021 hingga akhir Februari 2021 ini, sudah ditemukan 20 titik hostpot di daerah ini. 

"Inilah menjadi perhatian kami, sehingga anggota terus kami siagakan. Sehingga jika ada kemunculan api, maka dapat segera dipadamkan," kata Safari. 

Ia mengatakan, Karhutla di Kotim terus mengancam setiap tahunnya. Namun sejak tahun 2020 kemaren, kejadian Karhutla sudah berkurang drastis. Itu bukan karena berhasilnya seluruh pihak menangani. Namun karena memang kemarau yang terjadi merupakan kemarau basah. 

"Jadi yang kami lakukan adalah antisipasi lebih dulu, agar kejadian beberapa tahun lalu, yakni kabut asap pekat tidak terjadi lagi," terang Safari. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)