BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan klaster perjalanan luar daerah menjadi penyebab meningkatnya sebaran kasus positif di kota setempat.
"Dari hasil tracing tim kami di lapangan, mayoritas kasus konfirmasi positif diawali dari mereka yang melakukan perjalanan keluar daerah yang masuk dalam zona merah,”ungkapnya, Rabu 24 Februari 2021.
Berawal dari klaster luar daerah tersebut lalu berkembang menjadi klaster keluarga. Penularan terjadi kepada sanak saudara di rumah, bahkan kerabatnya di lingkungan kerja.
“Kondisi ini diperparah dengan banyaknya warga yang tak memakai masker saat beraktivitas. Begitupun pihak pelaku usaha yang tidak patuh menjalankan anjuran 5 M,” bebernya.
Dia menyebut sampai 23 Februari 2021 akumulasi positif mencapai 3070 kasus. Sementara tingkat kesembuhan mencapai 2514 orang. Pada hari yang sama terjadi penambahan 28 orang terpapar.
--page
Saat ini tim tengah menyusun kajian untuk penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang akan diterapkan pada kelurahan zona merah sebaran covid-19.
“Mulai dari lingkungan rumah tangga, RT/RW, kelurahan dan kecamatan, semuanya harus bertekad bahwa selama pandemi masih ada, maka protokol kesehatan harus dijalankan," tutupnya. (HENDRI/B-6)









