SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir 1 tahu terakhir. Ternyata berdampak terhadap penurunan angka kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD). 

Hal itu terjadi karena pandemi Covid-19 sudah merubah tatanan kehidupan masyarakat. Mulai dari pendidikan, ekonomi, pembangunan, pola hidup, dan juga pemerintahan. 

"Menurunnya angka kasus DBD ini, karena saat ini anak-anak masih melaksanakan belajar online. Sehingga mengurangi resiko terkena penyakit DBD," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto, Kamis, 25 Februari 2021.

Dia menjelaskan penderita DBD terbanyak merupakan usia balita dan anak, sehingga dengan tidak adanya belajar tatap muka. Maka secara tidak langsung mengurangi mobilitas anak usai dini, sehingga membuat kasus DBD berkurang. 

"Jika dibandingkan periode Januari, Februari 2020. Maka penurunan angka kasus cukup drastis," katanya.

--page

Dia belum bisa menyebutkan berapa kasus DBD pada 2020, karena data lengkap belum memegang. Namun yang pasti, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk mengatasi agar DBD tidak mengalami kenaikan yang sangat signifikan. 

"Upaya maksimal dengan sosialisasi akan terus kami lakukan, sehingga masyarakat Kotim bisa terhindar dari penyakit DBD," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)