BORNEONEWS, Sampit - Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) akan melakukan rapat bersama terkait kerusakan jalan di Sampit yang menimbulkan korban jiwa.
Belum lama ini, ada korban dalam kecelakaan pada Selasa, 23 Februari 2021 di depan Kantor Bupati Kotim karena menghindari jalan yang rusak. Hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia.
Korban kedua pada Kamis 25 Februari 2021 di Jalan Kapten Mulyono. Korban mengalami kecelakaan ketika menabrak lobang yang cukup dalam di jalan tersebut. Setelah terjatuh korban langsung dilindas truk yang melintas hingga mengakibatkan tewas di tempat.
"Senin, 29 Februari 2021 kami akan rapat bersama jajaran Komisi IV membahas hal ini. Hasil rapat itu nanti akan kami bahas lagi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ," kata anggota Komisi IV DPRD Kotim, Modika Latifah Munawarah.
Dia mengatakan, permasalahan ini akan menjadi prioritas pembangunan di tahun 2021 ini. Di mana pemerintah setempat melalui instansi terkait harus memperhatikan kerusakan jalan yang ada, bukan hanya di Jalan Kapten Mulyono namun juga di jalan lainnya.
Menurutnya, karena ini sudah memakan korban bahkan sampai meninggal dunia, ini tidak bisa lagi dibiarkan. Karena menyangkut keselamatan masyarakat.
"Saya berharap agar sementara ini pengendara lebih berhati-hati menunggu jalan sampai diperbaiki," tukasnya.
--page
Saat ini kata dia tidak bisa juga menyalahkan truk besar yang melintas, sebab jalan khusus untuk mereka masih rusak.
"Dampaknya, mereka tidak punya pilihan lain selain melintas di jalan kawasan perkotaan," tandasnya.(NACO/B-11)









