BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Saat ini sudah 2 orang anggota kelompok tani yang lahannya terbakar di Km 12 hingga 15 Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama yang diperiksa oleh aparat kepolisian.
Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Devy Firmansyah, Senin, 1 Maret 2021di Posko Penanganan Karhutla mengatakan pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan atau tidak atas terbakarnya lahan milik kelompok tani tersebut.
"Tempat penyidikan masih menunggu lebih lanjut apakah dilakukan di Polda Kalteng atau di Polres Kobar," jelasnya.
Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak atas terjadinya karhutla? kapolres menjawab tentunya hal tersebut akan disampaikan bila penyidikan sudah selesai dilakukan.
Di tempat yang sama, Bupati Kobar mengatakan berdasarkan data terakhir saat ini sudah sekitar 60 hektare lahan milik kelompok tani yang terbakar.
--page
"Kendala yang ditemui dilapangan adalah sulitnya akses menuju titik yang terbakar dan ketersediaan sumber air. Karenanya tim penanganan bakal membangun akses ke sekitar titik yang terbakar, membuat sekat agar api tidak semakin meluas dan embung agar tim penanganan bisa mencari sumber air untuk pemadaman. Lantaran lokasi yang terbakar setiap tahun, hampir disekitar lokasi tersebut," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)









