BORNEONEWS, Palangka Raya - Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai sektor industri, salah satunya sektor industri kosmetik. Akan tetapi, seiring adanya pemulihan, industri kosmetik memiliki kesempatan untuk tetap tumbuh dan terus berkembang untuk mempertahankan brand dan reputasi di tengah pandemi Covid-19 ini.
Salah satu hal yang mampu menjaga pertumbuhan industri kosmetik ialah brand dari perusahaan atau produk yang dikeluarkan. Brand atau merek menjadi suatu hal yang begitu penting dari suatu produk, yang bisa menjadi suatu nilai tambah bagi produk tersebut.
Menurut laporan Brand Finance: Cosmetics 50 2020, valuasi brand di dunia bahkan meningkat selama pandemi. Hal ini dikarenakan adaptasi perusahaan dalam menjaga kualitas dan kekuatan nama brand yang dimiliki.
Sebelum menciptakan suatu brand, penting menentukan kategori produk kosmetik apa saja yang paling banyak diminati oleh pangsa kosmetik di dunia. Jika dilihat dari data, skincare menjadi juara di pasar kosmetik global. Disusul oleh haircare, makeup, dan parfumes.
"Setelah mengetahui kategori produknya, penting bagi perusahaan kosmetik untuk menentukan titik fokus yang utama guna menciptakan brand yang dapat diterima masyarakat. Di sini ada 3 unsur yang perlu diperhatikan oleh brand, yakni seperti apa pemasarnya, siapa target konsumennya, dan media partners apa yang tepat," kata Pemimpin Redaksi HerStory, Clara Aprilia Sukandar, dalam pembukaan acara penghargaan Indonesia Best Beauty 2021, yang diselenggarakan secara virtual oleh HerStory, member of Warta Ekonomi Group, Jumat lalu.
--page
Menurut Clara, dampak berkembang atau tidaknya suatu brand sangat bergantung pada masing-masing pemangku kepentingan. Di mana, dari setiap brand tentu memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
Hal senada juga diutarakan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam kesempatan yang sama. Menurutnya, branding yang baik menjadi faktor utama produk kosmetik nasional dapat mencapai kesuksesan, seperti halnya produk kosmetik dari luar negeri.
Selain branding, perlu dilakukan upaya kegiatan promosi yang sangat masif terhadap produk lokal, sehingga dikenal di pasar internasional. Kegiatan promosi pasar yang inovatif di era digital media sosial menjadi kunci penting, lantaran dinilai efektif dengan biaya yang efisien.
“Potensi pasar tersebut menempatkan indutri kosmetik sebagai industri andalan yang tertera dalam rencana induk pembangunan indutri nasional tahun 2015, 2035, atau Ripin. Berdasarkan pengelompokan yang dilakukan oleh BPS, Industri kosmetik termasuk dalam sub-sektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia. Sub-sektor ini tumbuh 10,2 % pada tahun 2020. Industri kosmetik yang merupakan bagian di dalamnya, juga diperkirakan tumbuh 4,67 %,” tutur Agus Gumiwang Kartasasmita.
Oleh karena itu, HerStory dan Warta Ekonomi ingin memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada brand dan perusahaan kosmetik yang memiliki reputasi sangat baik, publikasi yang positif, dan advertising yang menarik melalui HerStory Indonesia Best Beauty Awards 2021: Beauty is You!
--page
Tema Beauty is You! dipilih dikarenakan HerStory dan Warta Ekonomi ingin mengapresiasi brand dan perusahaan kosmetik yang telah memberi warna dan cerita kepada banyak wanita di Indonesia.
Dalam kajiannya, tim peneliti HerStory dan Warta Ekonomi melakukan penilaian dengan metode penelitian melalui survei daring. Survei tersebut dilakukan pada 24-31 Januari 2021 terhadap responden wanita yang bermukim di Jabodetabek. Ada pula yang menjadi indikator penilaian, yakni reputasi perusahaan, publikasi, dan juga advertising. (TESTI PRISCILLA/B-5)









