JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta  - Kementerian BUMN berharap pengembangan Indonesia Battery Corporation atau holding Electric Vehicle (EV) Battery akan melakukan investasi secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury mengatakan bukan hanya untuk melakukan restart, namun diharapkan akan mampu mengembangkan model bisnis baru untuk melakukan kegiatan pengembangan ekonomi, yang tidak hanya secara jangka pendek tapi juga secara jangka panjang.

"Beberapa contoh misalnya adalah pengembangan Indonesia Battery Corporation atau holding EV Battery di mana diharapkan Indonesia Battery Corporation tersebut akan melakukan investasi secara terintegrasi dari hulu ke hilir," ujar Wamen BUMN Pahala dalam seminar daring di Jakarta, Kamis.

Dengan demikian Indonesia diharapkan betul-betul memiliki industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dan diharapkan bahwa industri baterai tersebut betul-betul menjadi masa depan, khususnya di sektor energi baru dan terbarukan.

"Indonesia tidak hanya memiliki pasarnya karena Indonesia di masa datang akan menjadi negara dengan perekonomian nomor lima terbesar di dunia pada tahun 2040-an nanti, tetapi bukan hanya itu karena kita juga memiliki sumber daya alam yang dibutuhkan untuk memproduksi baterainya," kata Wamen BUMN tersebut.

--page

Ini betul-betul merupakan momentum positif bagi Indonesia untuk bisa berinvestasi dalam bisnis ataupun sektor ekonomi masa datang sehingga diharapkan momentum ini dimanfaatkan bukan hanya untuk menata ulang lagi sektor-sektor Indonesia supaya bisa lebih mandiri lagi, karena semua pihak berharap Indonesia mandiri di tiga sektor utama yakni energi, pangan, dan kesehatan.

"Karena tiga sektor itu tentunya merupakan kebutuhan primer dan pada hari-hari ini kita rasakan sekali bahwa adanya ketahanan pangan, kesehatan, dan energi, betul-betul merupakan modal yang penting bagi sebuah negara besar seperti Indonesia untuk betul-betul menjadi pemain ekonomi terbesar di dunia pada masa depan," ujar Wawen BUMN Pahala.

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengharapkan peta jalan penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) di lingkungan instansi pemerintah agar tidak meleset dan bisa selesai dalam 10 hari ke depan.

Harapan itu disampaikan Moeldoko kepada Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) selaku leading sector program KBL-BB.

Menurut Moeldoko, implementasi kebijakan KBL-BB di lingkungan instansi pemerintah bisa meyakinkan masyarakat untuk segera mengonversi kendaraan mereka ke KBL-BB. Terlebih seluruh kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah telah mendukung upaya ini.

ANTARA