SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Hingga hari ini, sebanyak 54 hospot atau titik api telah terpantau di Kabupaten Sukamara. Kebakaran hutan da lahan (karhutla) tersebut terjadi dibeberapa wilayah Bumi Gawi Barinjam.

"Untuk sementara laporan yang kita terima, terakhir hospot yang terpatau ada sekitar 54," kata Bupati Sukamara, Windu Subagio usai apel gelar personel dan sapras kesiapan menghadapi karhutla, Kamis, 4 Maret 2021.

Akibat kebakaran yang terjadi tersebut, Kota Sukamara sempat diselibuti kabut asap pada pagi harinya, sehingga hal tersebut sangat berdampak terhadap pernafasan yang bisa menggangu aktivitas masyarakat. "Selain itu, memang kebakaran juga terjadi tempat kita, kemari di Kelurahan Padang," ujarnya.

Windu menambahkan, untuk Kabupaten Suakmara ada dua kecamatan yang dianggap rawan terjadi kebakaran, yakni Jelai dan Pantai Lunci. Selain itu, untuk proses pemadaman kebakaran di dua wilayah tersebut juga  agak sulit ditangani karena terkendala akses jalan.

"Melakukan pemadaman kebakaran di Kecamatan Pantai Lunci dan Jelai cukup sulit, karena tidak ada akses jalan darat, katakanlah tidak ada jalannya. Sehingga kalaunterjadi kebakaran petugas-petugas kita akan kesulitan untuk mendatanginya," terangnya.

--page

Windu berharap, dengan upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah daerah bersama pihak lainnya dapat meminimalisir bencana kebakaran hutan dan lahan yang ada di wilayah Kabupaten Sukamara.

"Selain itu, saat ini kita juga sudah menetapkan status siaga darurat karhutla, tujuannya adalah untuk mengawal dan menanggulangi tindakan preventif yang dilakukan, serta sebagai bentuk kesiapan lebih dini," tutupnya. (NORHASANAH/B-5)