BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengatakan bahwa dalam waktu kedepan, Bank Indonesia akan mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.
"Seluruh instrumen kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan tetap menjaga terkendalinya inflasi dan memelihara
stabilitas nilai tukar Rupiah, serta mendukung stabilitas sistem keuangan," kata Yudo pada Kamis, 4 Maret 2021.
Koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK menurut Yudo juga terus diperkuat.
"Termasuk implementasi Paket Kebijakan Terpadu KSSK, dengan fokus pada upaya untuk mengatasi permasalahan sisi permintaan dan penawaran dalam penyaluran kredit dan pembiayaan dari perbankan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.
--page
Keputusan ini konsisten menurut Yudo dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar Rupiah yang terjaga, serta sebagai langkah lanjutan untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional.
"Selain itu, Bank Indonesia juga menempuh langkah-langkah kebijakan sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK dalam Paket Kebijakan Terpadu untuk Peningkatan Pembiayaan Dunia Usaha dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








