SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Laju pertumbuhan ekonomi Kotawaringin Timur pada tahun 2020 mengalami penurunan. Hal itu merupakan dampak pandemi covid-19 yang berkepanjangan.

"Penurunan signifikan pertumbuhan ekonomi di Kotim akibat pandemi cpvid-19, sehingga beberapa lapangan usaha mengalami minus," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kotim, Ramadansyah, Kamis, 4 Maret 2021.

Dia menjelaskan, saat ini pertumbuhan ekonomi di Kotim yakni -3,09. Angka tersebut masih di bawah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yakni -1,40 dan bahkan secara nasional yakni 2,19. 

Hal itu terjadi karena beberapa lapangan usaha mengalami penurunan yang menurut ASHK 2010, seperti pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar -3,10, industri pengolahan -2,17, kontruksi -29,88. 

Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor -6,82. Penyediaan akomodasi dan makan minum -3,67. Jasa perusahaan -27,43. Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib -1,09. Terakhir jasa lainnya -8,54.

--page

"Melihat kondisi tersebut, tentu menjadi perhatian kami bersama. Agar dapat kembali memulihkan perekonomian di Kotim ini," terang Ramadansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)