PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengatakan, pemulihan perekonomian global diprediksi semakin membaik.

"Perkembangan tersebut sejalan dengan implementasi vaksinasi Covid-19 di banyak negara untuk membangun herd immunity dan mendorong mobilitas, serta berlanjutnya stimulus kebijakan fiskal dan moneter," kata Yudo, Kamis, 4 Maret 2021.

Menurut Yudo, pemulihan ekonomi global yang lebih tinggi di negara maju ditopang terutama oleh Amerika Serikat, sedangkan di negara berkembang didorong oleh perbaikan ekonomi Tiongkok dan India.

"Kinerja positif sejumlah indikator pada Januari 2021 mengonfirmasi berlanjutnya pemulihan ekonomi global tersebut," tuturnya.

Purchasing Manager's Index atau PMI manufaktur dan jasa di AS, Tiongkok dan India menurutnya melanjutkan fase ekspansi. Selain itu, penjualan ritel di Tiongkok dan keyakinan konsumen di India juga terus meningkat.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi global pada 2021 diprakirakan mencapai 5,1%, lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya sebesar 5,0%," bebernya.

Sejalan dengan perbaikan ekonomi global tersebut, volume perdagangan dan harga komoditas dunia terus meningkat sehingga mendukung perbaikan kinerja ekspor negara emerging, termasuk Indonesia.

--page

"Sementara itu, ketidakpastian di pasar keuangan global diprakirakan menurun seiring dengan ekspektasi perbaikan perekonomian dunia. Kondisi likuiditas global juga tetap besar dan suku bunga tetap rendah sejalan dengan stimulus kebijakan moneter yang masih berlanjut. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya aliran modal ke negara berkembang dan menopang penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia," tutur Yudo. (TESTI PRISCILLA/B-11)