BORNEONEWS, Sukamara - Agar penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sukamara lebih maksimla, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta untuk melakukan penganggaran.
"Karena anggaran covid-19 itu sudah diarahkan kepada dinas-dinas teknis, sehingga anggaran BPBD mengalami pengerucutan, sehingga arahnya untuk penanggulangan bencana yang lain, seperti kahutla dan juga banjir," kata Sekda Sukamara, Sutrisno, Kamis, 4 Maret 2021.
Menurutnya anggaran yang disiapkan untuk penanganan kebakaran tahun ini hanya sebesar Rp 200 juta saja, sehingga dinilai tidak akan maksimal untuk penanggulangan bencana kebakaran.
"Kalau cuman segitu, untuk makan pos jaga juga bisa habis. Untuk masalah ini sudah saya diskusikan kepada BPBD untuk segera mengusulkan apa yang penting dan dibutuhkan, karen kita akan segera melakukan pergeseran anggaran," ujarnya.
"Jangan sampai yang diajukan A, ternyata yang dibutuhkan B, jadi ini harus benar-benar apa yang diperlukan, agar penanganan karhutla diwilayah kita bisa lebih maksimal," ujarnya.
--page
Sementara Bupati Sukamara, Windu Subagio mengatakan karena penanganan karhutla saat ini sudah dimabil alih sepenuhnya oleh BPBD, sehingga sarana prasarana yang ada akan dimaksimalkan.
"Untuk sarana-prasarananya, semua fasilitas yang ada diwilayahbkita ini semuanya bisa digunakan untuk penanganan karhutla," tutupnya. (NORHASANAH/B-6)









