SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, jumlahnya mencapai 12.076 orang.

Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan pada 2019 lalu, yakni 10.287 jiwa. Sehingga, mengalami peningkatan sebesar 17,39 persen.

"Peningkatan jumlah pengangguran ini terjadi secara nasional, sebagai dampak terjadinya Covid-19," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kotim, Ramadansyah, Kamis, 04 Maret 2021.

Pandemi Covid-19 sendiri berdampak besar terhadap berbagai sektor usaha, sehingga tidak sedikit pegawainya yang dirumahkan atau diberhentikan, karena sejumlah perusahaan pendapatan yang dihasilkan sangat minim.

"Hal tersebutlah yang membuat pengangguran mengalami peningkatan di 020," katanya. Sementara itu pengangguran ini didominasi dari lulusan pendidikan menengah atas dan perguruan tinggi. Kuat dugaan mereka yang menganggur tersebut dari kalangan ekonomi menengah-atas.

"Sehingga mereka cendrung menunggu pekerjaan yang sesuai, dibandingkan berwirausaha," terangnya.

--page

Selain itu pada 2020 terjadi peningkatan jumlah PHK, yang relatif banyak terjadi pada pekerja dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)