SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi partai Nasdem, Syahbana menyebutkan pihaknya sudah memulai melakukan reses meski di tengah pandemi ini. 

Mereka tidak ada mengumpulkan masa sebagaimana seperti sebelumnya. Mereka cenderung meninjau langsung ke sentra persoalan dan keluhan masyarakat.

“Kami tadi langsung menuju ke titik-titik yang menjadi aspirasi. Misalnya ke  sungai Pengeringan di Baamang. Kami melihat langsung persoalannya apa yang terjadi seperti pendangkalan tidak terawat sehingga kurang maksimal dalam membuang air ke sungai Mentaya,” katanya, Sabtu, 6 Maret 2021.

Syahbana mengakui reses ini merupakan salah satu pintu masuk untuk menyusun program pembangunan  dari kacamata legislatif. 

Kalau eksekutif kata dia ada kegiatan musrenbang dan muara akhirnya sama- sama kepada program pembangunan berdasarkan kepada aspirasi pembangunan yang disampaikan oleh masyarakat itu sendiri.

--page

Syahbana juga  mengakui hasil reses memang tidak semuanya bisa diakomodir melalui program APBD Kotim. Hal ini karena anggaran terbatas selain itu juga mesti disinkronisasi dengan program musrenbang. 

“Hitung-hitungannya kalau  untuk mengakomodir semua hasil reses dan musrenbang ini diasumsikan sekitar Rp 4-5 triliun. Sementara APBD kita saja dalam kisaran dibawah Rp2 triliun," ucapnya

Anggaran itu kata anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur ini masih belum dipotong untuk belanja pegawai dan lain sebagainya. (NACO/B-7)