BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Hasil panen dari Iahan pertanian di Open Camp Desa Bunga Mawar, yang dikelpla Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kuala Kapuas, kini telah memasuki tahap pengemasan beras ke dalam kemasan plastik ukuran 2 kilo gram.
Sebelum dimasukkan ke dalam kemasan dilakukan penampian beras yaitu pemisahan antara bulir-bulir beras yang baik dari batu atau kotoran yang terbawa saat penggilingan.
Koordinator kegiatan pembinaan pertanian di Open Camp Bunga Mawar, Chairi mengatakan mulai dari pembukaan Iahan, menanam padi, perawatan padi, panen, penggihngan, hingga pengemasan beras semuanya melibatkan warga binaan.
"Beberapa hari lalu padi telah selesai digiling, pengemasan beras dilakukan di Rutan Kuala Kapuas. Juga dilakukan penampian beras, bulir-bulir yang baik akan dikemas dan sisanya seperti bulir-bulir yang pecah akan diolah di Dapur untuk dijadikan tepung sebagai bahan baku pembuatan kue," kata Chairi, Senin, 8 Maret 2021.
"Jadi, semua bahan dimanfaatkan tidak ada yang terbuang. Proses ini dikerjakan oleh warga binaan yang memiliki pengetahuan cara menampi beras yang baik dan benar," lanjut dia.
--page
Untuk penampian beras menggunakan alat penampi buatan mereka sendiri. Setelah selesai penampian beras ditimbang lalu dimasukkan ke dalam plastik kemasan dan ditempeli stiker "Passion" Food Estate Prison Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas.
"Yang mana passion merupakan merk yang dimiliki oleh pemasyarakatan seluruh Indonesia dan sesuai arahan dari pusat bahwa produk barang dan jasa dari warga binaan seluruh lndonesia seragam menggunakan merek tersebut," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)









