BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Kalteng pada bulan Februari 2021 mengalami kenaikan 0,66 persen dibandingakan pada bulan Januari 2021.
"Di januari 2021 hanya 109,43 saja, sedangkan pada Februari 2021 yaitu sebesar 110,15," kata Eko, Senin, 8 Maret 2021.
Dia menjelaskan, peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya nilai tukar di subsektor hortikultura yaitu 2,06 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,45 persen.
"NTP tertinggi terjadi di subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 117,66, diikuti subsektor peternakan 104,44, perikanan 101,97, hortikultura 101,60 dan tanaman pangan 99,24," terangnya.
Diungkapkannya juga, untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) mengalami kenaikan sebesar 0,96 persen, dari 110,84 di Januari 2021 menjadi 111,90 pada Februari 2021.
--page
Selanjutnya, indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 118,68 atau naik 1,19 persen serta indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 107,75 atau naik 0,53 persen.
"Indeks konsumsi rumah tangga juga mengalami peningkatan sebesar 108,30 atau 0,61 persen jika dibandingkan bulan Januari 2021," imbuhnya. (DONNY D/B-5)









