TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Disadari atau tidak, pandemi covid-19 memberi beban yang lebih besar terhadap kaum perempuan terutama ibu rumah tangga karena harus mengambil peran ganda dalam keluarga yakni mengurus keluarga sekaligus membantu suami menjaga ketahanan pangan.

Hal inilah yang disadari oleh organisasi Perempuan AMAN Barito Timur sejak awal pandemi setahun lalu, sehingga berfokus pada upaya menjaga ketahanan pangan bagi perempuan adat yang didampingi.

Perempuan AMAN adalah organisasi sayap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara atau AMAN. Organisasi ini didirikan untuk memfasilitasi perempuan-perempuan adat dalam mengorganisir diri, pengetahuan dan hak-haknya. Perempuan AMAN beranggotakan individu perempuan adat yang berasal dari komunitas anggota AMAN.

"Ketika pemerintah mengumumkan bahwa penyebaran covid-19 telah memasuki negara kita, kami merasa ini juga menjadi peringatan bagi perempuan adat, saat itu saya langsung berdiskusi dengan pengurus pusat dan meminta benih tanaman pangan," ungkap Ketua Harian Daerah Perempuan AMAN Barito Timur, Yeryana di Tamiang Layang, Senin, 8 Maret 2021.

Jika pada umumnya orang-orang meminta bantuan masker, dia justru berpikir untuk mempersiapkan ketahanan pangan bagi keluarga.

--page

"Saat itu kami berpikir pandemi ini akan membawa kerawanan pangan di tengah masyarakat, sedangkan organisasi AMAN tidak mungkin memiliki uang yang banyak untuk membagikan bantuan bahan kebutuhan pokok," ungkapnya.

Dia juga menilai bahwa bantuan langsung berupa bahan makanan tidak akan bertahan lama karena langsung habis dikonsumsi. Dengan pertimbangan itu, Yeryana memutuskan meminta bantuan benih.

"Karena perempuan adat memang pada umumnya berladang, benih yang kami minta berupa jagung dan tanaman semusim lainnya seperti sayur-sayuran bawang merah dan bawang putih serta benih pepaya dan buah naga," lanjut Yeryana.

Dia mengungkapkan, ada 14 kampung binaan yang mendapatkan bantuan benih. Kampung tersebut tersebar di Kecamatan Patangkep Tutui, Dusun Timur, Paju Epat dan Kecamatan Awang.

Sebenarnya terdapat 19 kampung yang dibina Perempuan AMAN, namun pada tahap pertama hanya 14 kampung mendapatkan bantuan benih. Pada tahap kedua yang baru digulirkan, terdapat 5 kampung yang mendapat bantuan, tapi berupa ternak ayam petelur dan ikan.

--page

"Warga kampung menyambut baik bantuan yang disalurkan oleh Perempuan AMAN, kami tidak dapat mengukur seberapa besar dampak bagi masyarakat atas bantuan yang telah kami salurkan, namun yang pasti mereka bersyukur bisa menikmati hasil tanaman mereka dari benih yang kami bagikan," ungkapnya.

Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Perempuan Internasional tahun 2021, Yeryana menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Barito Timur lebih peduli kepada perempuan dan mencegah terjadinya timpang gender.

Dia juga meminta pemerintah tidak berfokus memberikan bantuan uang tunai dan memanjakan kaum perempuan, melainkan melakukan pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang.

"Berilah kesempatan yang sama kepada perempuan maka dia akan memberikan yang terbaik, prinsip hidup perempuan itu sederhana, cukup hari ini untuk anak cucu," ujarnya. (BOLE MALO/B-5)