BORNEONEWS, Kuala Kurun – Anggota DPRD Gunung Mas, Gumer berharap ada toleransi terhadap masyarakat setempat untuk mengolah lahan dengan cara bakar.
“Pada prinsipnya, jika pemerintah pusat melarang pasti kita setujui. Hanya saja di daerah ini belum siap mengganti cara dari membakar menjadi tidak membakar,” ujarnya, Senin 8 Maret 2021.
Jika pemerintah melarang masyarakat dalam hal ini petani untuk mengolah lahan dengan cara bakar, maka seyogyanya pemerintah juga menyiapkan solusi bagi petani.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) ini menuturkan, solusinya dapat berupa penyediaan alat-alat mesin pertanian bagi para petani.
“Contohnya dengan menyediakan alat-alat berat, jadi petani bisa mengolah lahan tanpa melakukan pembakaran. Ini yang harus dipikirkan,” imbuhnya.
--page
Dia berharap pemerintah memberi toleransi kepada masyarakat untuk mengolah lahan dengan cara bakar, namun pembakaran hendaknya hanya diperbolehkan di lahan bukan gambut.
“Mana yang lahan gambut, itu yang tidak boleh dibakar. Saya harap ada toleransi, apalagi mengolah lahan dengan cara bakar merupakan tradisi masyarakat di sini,” tukasnya. (MAGANG/B-5)









