BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pemetaan kawasan kawasan yang dianggap rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di 2021.
Kepala Dishut Kalteng Sri Suwanto melalui Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Achmad Sugianor mengatakan, dalam pemetaan tersebut pihaknya melihat titik hotspot.
“Kami melihat titik hotspot beberapa tahun terakhir. Karena biasanya yang potensi terbakarnya tinggi adalah kawasan yang sudah terbakar tiga sampai lima tahun yang lalu,” ungkapnya, Selasa 9 Maret 2021.
Ia menjelaskan record atau rekaman titik hostpot tersebut diambil berdasarkan citra satelit dengan melihat kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
Citra satelit yang dikombinasikan untuk dijadikan titik rawan hanya yang memiliki tingkat kepercayaan atau akurasi diatas 80 persen. Sehingga hanya yang mendekati kemungkinan titik api.
--page
“Karena pantulan air atau pantulan kaca dan atap rumah saja bisa menjadi hotspot bagi citra satelit. Jadi kami ambil yang diatas 80 persen,” terangnya.
Dia mengakui metode yang digunakan masih jauh dari optimal karena memang hanya berdasarkan pengalaman dan data yang masih minim. (HERMAWAN DP/B-7)









