BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, H. Abd. Rasyid mengimbau kepada penyuluh agama islam yang ada di Kalteng ketika memberikan doktrin keagamaan harus seimbang dengan pemberian doktrin kebangsaan agar semuanya bisa saling menghormati.
Sebab, sebagai warga negara Indonesia yang sama dengan umat lainnya, umat islam memiliki kewajiban untuk menjaga kerukunan dan persatuan.
"Jangan sampai akibat doktrin keagamaan yang diberikan membuat umat Islam tidak dapat menerima perbedaan dalam kehidupan sosialnya," ujarnya, Rabu, 10 Maret 2021.
"Doktrin kebangsaan diperlukan dan sangat penting agar umat Islam memiliki toleransi dan sikap menghormati," tambahnya.
Dia menjelaskan, bahwa dalam setiap penyuluhan harus juga disampaikan bahwa kita ini hidup dalam bangsa yang majemuk.
--page
Artinya, perbedaan itu pasti dan nyata dalam kehidupan, sebagaimana ditegaskan dalam ajaran agama Islam bahwa manusia itu diciptakan berbeda dalam bangsa, suku, maupun perbedaan lainnya.
Dengan doktrin yang seimbang tersebut maka akan terwujud ukhuwah kebangsaan. Sebab, meski berbeda dalam hal keyakinan beragama, akan tetapi sebagai masyarakat yang berada dalam satu bangsa merupakan saudara dalam kemanusiaan.
"Hal inilah yang harus terus menerus kita sampaikan kepada masyarakat agar kerukunan dan persatuan kita tetap terjaga dengan baik meski berbeda suku maupun agama," imbuhnya. (DONNY D/B-5)









