BORNEONEWS, Palangka Raya – Beberapa waktu belakangan ini, polisi Internasional (Interpol) membongkar jaringan sindikat vaksin palsu yang berada di China dan Afrika Selatan.
Berkaca dari hal tersebut, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan sampai saat ini tidak ada vaksin palsu di Indonesia.
“Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menegaskan bahwa hingga saat ini sindikat vaksin palsu tidak ada di Indonesia,” ungkap Ketua Satgas Covid-19 Kalteng, Sugianto Sabran melalui rilis tertulisnya.
Satgas juga menegaskan berdasarkan informasi dari Wiku, semua pengadaan vaksin di Indonesia dilakukan melalui skema Government to Government atau pemerintah ke pemerintah (G to G) sehingga terjamin keaslian vaksinnya.
Terkait hal tersebut, meskipun saat ini di Indonesia tidak ditemukan kasus demikian, Satgas menegaskan bahwa pemerintah terus memantau masalah pemalsuan vaksin.
--page
Pemerintah juga mengedukasi dan terus melakukan koordinasi dengan perusahaan yang melakukan pengadaan vaksin lain dalam skema gotong royong.
Itu sebagai upaya untuk memastikan keaslian vaksin yang diadakan perusahaan tersebut. Setiap vaksin yang diadakan perusahaan, juga harus mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) atau Distribution License Number dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM).
Hal ini dinilai patut menjadi perhatian penting karena pemalsuan vaksin Covid-19 merupakan kejahatan yang membahayakan kehidupan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. (HERMAWAN DP/B-7)









