BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan adanya temuan gejala long Covid-19. Gejala ini menjadi isu yang ramai dibicarakan di masyarakat.
“Kondisi ini merupakan gejala sakit berkepanjangan yang diderita pasien penyintas meski sudah dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes,” ungkap Ketua Satgas Covid-19 Kalteng, Sugianto Sabran melalui rilis tertulisnya.
Satgas menyampaikan secara umum, penderita Covid-19 akan sembuh dalam waktu 2 sampai dengan 6 minggu. Akan tetapi, untuk beberapa penyintas akan merasakan efek berkepanjangan paska kesembuhan.
“Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan mereka yang menderita long Covid-19, tidak akan menularkan gejala yang sama ataupun virus kepada mereka yang berada di sekitarnya,” jelas.
Ia menekankan Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, telah mengamati beberapa gejala berkepanjangan yang dirasakan para penderita long Covid-19.
--page
Di antaranya adalah kelelahan, sulit bernafas, batuk, sakit persendian, dan sakit dada. Sedangkan gejala lain yang mungkin ditemui, adalah kesulitan berpikir dan berkonsentrasi atau sering disebut sebagai brain fog, depresi, sakit pada otot, sakit kepala, demam dan jantung berdebar.
Terdapat juga temuan komplikasi medis meskipun jarang terjadi yang kemungkinan menjadi penyebab masalah kesehatan berkepanjangan di beberapa penyintas Covid-19.
Masalah ini tampak memengaruhi sistem organ tubuh yang berbeda, antara lain jantung, terjadi pembengkakan otot jantung, pernafasan yang menyebabkan masalah fungsi paru-paru, kerusakan ginjal akut, gatal-gatal dan rambut rontok, masalah indera penciuman dan perasa. (HERMAWAN DP/B-5)









