BORNEONEWS, Palangka Raya – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng) mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi gejala long Covid-19 yang dapat dialami penyitas Covid-19.
“Adanya temuan (long Covid-19) seharusnya disikapi masyarakat dengan waspada,” ungkap Ketua Satgas Covid-19 Kalteng, Sugianto Sabran melalui rilis tertulisnya.
Pasalnya, long Covid merupakan dampak negatif bagi kesehatan yang tidak hanya dirasakan pada penderita komorbid, tetapi juga orang yang berusia cukup muda bahkan tidak menderita komorbid apapun.
Sebagai langkah penceghan Tim Satgas mengajak masyarakat untuk memiliki kesadaran menerapkan prinsip 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
“Setiap harinya, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Tengah selalu bertambah,” imbuhnya.
--page
Satgas mengingatkan orang yang berisiko tinggi adalah mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma hingga gagal ginjal.
Selain itu, orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, berusia lanjut yakni di atas 60 tahun dan mereka yang mengalami obesitas atau berat badan berlebihan.
Adapun long Covid-19 merupakan kondisi gejala sakit berkepanjangan yang diderita pasien penyintas meski sudah dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes.
Walaupun secara umum, penderita Covid-19 akan sembuh dalam waktu 2 sampai dengan 6 minggu. Akan tetapi, untuk beberapa penyintas akan merasakan efek berkepanjangan paska kesembuhan.
Gejala yang dialami penderita long Covid-19 bisa berupa kelelahan, sulit bernafas, batuk, sakit persendian, dan sakit dada. Kemudian bisa juga kesulitan berpikir dan berkonsentrasi, depresi, sakit pada otot, sakit kepala, demam dan jantung berdebar. (HERMAWAN DP/B-5)









