PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Farid Zaky Yopie menilai, langkah pencegahan dini perlu dilakukan untuk menangkal potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng.

“Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam melakukan pencegahan dini terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng sudah sesuai jalurnya,” ungkap Zaky, Kamis 11 Maret 2021.

Namun, ia melihat perlu adanya tindakan yang lebih maksimal, agar nantinya langkah pencegahan bisa benar-benar membuahkan hasil sesuai harapan.

Menurutnya, dalam memaksimalkan pencegahan dini, pemprov harus segera melakukan pemetaaan potensi titik api diseluruh kabupaten dan kota. 

Kemudian, ditunjang dengan peningkatan kapasitas. Peningkatan ini baik fisik berupa armada penanganan karhutla, maupun kapasitas kelembagaan.

--page

“Kapasitas kelembagaan ini berupa koordinasi yang sinergis antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi hal yang penting dalam mitigasi bencana, dan harus ditingkatkan,” ucapnya.

Sedangkan untuk upaya mitigasi lainnya, menurut Zaky adalah dengan terus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap bencana karhutla, terutama dampak yang ditimbulkan. 

“Masyarakat harus diberi penyadartahuan bahwa karhutla ini adalah musuh bersama, seperti halnya pandemi corona yang harus dicegah dan dilawan,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-7)