PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Fairid Naparin mengimbau warga yang tinggal di kawasan pemukiman padat penduduk untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

"Saya mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk menjaga keamanan di lingkungan masing-masing, berhati-hati dalam penggunaan api, tidak lupa mematikan api/kompor ketika bepergian," kata Fairid di Palangka Raya, Kamis.

Fairid juga meminta masyarakat mengurangi pemakaian arus listrik yang berlebihan terlebih lagi jika kondisi instalasi yang tidak memenuhi standar. Hal itu, lanjut dia sebagai upaya menghindari potensi kebakaran kawasan permukiman.

Pernyataan itu diungkapkan dia terkait terjadinya kebakaran permukiman di kawasan padat penduduk di Kompleks Ponton, Jl Rindang Banua, Selasa sore (09/03) sekitar pukul 17.00 WIB. Kebakaran ini meratakan dua rumah konstruksi kayu serta menyebabkan kerusakan berat pada tiga rumah lain.

Pada kejadian itu diperkirakan kerugian materiil termasuk nilai bangunan mencapai Rp300 juta. Tidak ada korban jiwa ataupun cedera fatal pada kejadian ini namun satu orang mengalami luka bakar ringan.

Fairid Naparin yang merupakan Kepala Daerah termuda di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang mengunjungi lokasi bekas kebakaran itu meminta para korban untuk bersabar atas musibah yang terjadi.

Pria yang juga atlet "road race" ini turut menginstruksikan kepada camat dan lurah mengutamakan pemberian bantuan dan kemudahan dalam kepengurusan surat-surat penting yang ikut hangus terbakar.

--page

Sementara itu selain kejadian tersebut, kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk sebelumnya pada (8/1) lalu juga menimpa warga di Gang Suka Damai, Jalan Dr Murjani yang menghanguskan 14 rumah dan barak delapan pintu.

Pada kejadian itu sebanyak 86 warga "Kota Cantik" yang berasal dari 26 kepala keluarga menjadi korban keganasan amukan "si jago merah".

"Untuk itu, saya mengingatkan kembali kepada semua masyarakat selalu waspada dan melakukan upaya antisipasi dini. Apalagi jika lingkungan tersebut padat dan berbahan bangunan mudah terbakar," kata Fairid.

ANTARA