BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai ada tiga wilayah dengan rekam jejak kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) cukup tinggi.
Dimulai dari wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kahayan Hilir dengan 2.580 hotspot, kemudian Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Kapuas - Kahayan dengan 1.372 hotspot dan KPHP Mentaya Tengah – Seruyan Hilir dengan 1.509 hotspot.
“Kami mencatat titik panas (hotspot) yang memiliki keakuratan 80 persen ke atas,” kata Kepala Dishut Kalteng Sri Suwanto melalui Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Achmad Sugianor.
Ia menjelaskan, record atau rekaman titik hostpot tersebut diambil berdasarkan citra satelit dengan melihat kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
Sugianor mengatakan data tersebut merupakan rekam jejak antara tahun 2015 sampai 2019. Ia menilai biasanya kawasan yang potensi terbakarnya tinggi adalah kawasan yang sudah terbakar tiga sampai lima tahun yang lalu.
--page
Kawasan yang sudah terbakar tiga sampai 5 tahun dinilai sudah kembali memiliki bahan bakaran yang cukup banyak. Bahan bakaran yang ia maksud berupa tumbuhan kering, maupun tumpukan sisa daun serta bagian tumbuhan yang sudah mati. (HERMAWAN DP/B-7)









