BORNEONEWS, Palangka Raya - Mayoritas pedagang di Pasar Kahayan, Kota Palangka Raya menolak menerima vaksin Covid-19. Alasan dibalik itu pedagang diduga kurang mengetahui manfaat vaksin ditambah lagi termakan informasi palsu atau hoaks.
Informasi yang diperoleh, dari 300 pedagang yang mempunyai lapak di Jalan Tjilik Riwut itu, hanya sekitar 30 pedagang yang bersedia dilakukan vaksinasi Covid-19. Sisanya, menolak divaksin.
Pedagang berdalih kurang mendapatkan sosialisasi juga karena merasa takut disuntik, takut efek buruk dari vaksin yang diberikan, faktor usia hingga merasa tidak perlu divaksin karena merasa sehat saja.
Staf Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar, Dodhy menjelaskan, pihaknya sudah memberikan sosialisasi bahwa vaksin itu sudah teruji aman dan halal.
"Seharusnya tidak perlu ada ketakutan dan keraguan dari para pedagang. Karena pemerintah sudah menyampaikan manfaatnya dalam rangka memutus mata rantai Covid-19," katanya, Jumat, 12 Maret 2021.
--page
Sementara itu, untuk pelaksanaan vaksinasi pedagang dijadwalkan pada 13-14 Maret 2021. Penyuntikan vaksin akan dilaksanakan di Puskesmas Pahandut. (HENDRI/B-7)









