PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah menyampaikan pemerintah sedang mempersiapkan proses pengadaan Vaksin Merah Putih.

Persiapan ini direncanakan sampai tahap industrial, demi terjaminnya produksi vaksin dalam jumlah besar, serta membuka peluang kerjasama dengan pihak industri swasta nasional.

“Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek BRIN) terus monitor pengembangan Vaksin Merah Putih,” ungkap Ketua Satgas Covid-19 Kalteng, Sugianto Sabran melalui rilis tertulisnya. 

Satgas menegaskan saat ini proses pengembangan vaksin merah putih diketahui sudah pada tahapan penelitian berskala laboratorium atau lab skill research dan tahapan faktor ekspresi.

“Diharapkan dengan memproduksi vaksin milik sendiri nantinya dapat menjadi potensi Indonesia dimasa mendatang dengan berperan aktif mencapai ketahanan kesehatan global,” tandasnya.

--page

Adapun Vaksin Merah-Putih ini merupakan sekelompok kandidat vaksin yang dikembangkan oleh konsorsium riset di bawah naungan Kemenristek/BRIN. Vaksin ini adalah vaksin corona yang bibitnya diteliti dan dikembangkan di Indonesia.

Di dalam konsorsium ini, ada 7 lembaga yang turut mengembangkan vaksin Merah-Putih, masing-masing dengan platform yang berbeda. Dari 7 lembaga tersebut, 5 di antaranya berada di bawah perguruan tinggi.

Mulai dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Platform Vector Adenovirus, Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan Platform Protein recombinant, Universitas Indonesia (UI), dengan Platform DNA, mRNA, dan Virus-like-particles.

Kemudian Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Platform Protein recombinant dan Universitas Airlangga (Unair) dengan Adenovirus dan Adeno-Associated Virus-Based.

--page

Sedangkan dua pengembang vaksin di luar perguruan tinggi ada Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dengan Platform Sub-unit protein rekombinan (mamalia) dan Sub-unit rekombinan (yeast). Serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (HERMAWAN DP/B-7)