PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan monitoring terhadap perkembangan isu vaksin Astrazaneca.

Vaksin Astrazaneca merupakan salah satu jenis vaksin yang didatangkan oleh pemerintah, selain dari vaksin Sinovac yang sudah digunakan untuk vaksinasi saat ini.

“Monitoring terhadap vaksin Astrazaneca dilakukan menyusul adanya laporan di beberapa negara Eropa yang mengaku menemukan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI),” ungkap Ketua Satgas Penanganan Vovid-19 Kalteng, Sugianto Sabran melalui rilis tertuisnya.

Dijelaskan KIPI yang sempat diisukan terjadi berupa penggumpalan darah dari target vaksinasi, sehingga penggunaan vaksin Astrazaneca tersebut dihentikan.

“Sejauh ini, berdasarkan fakta yang disampaikan Satgas Covid-19 Nasional, sudah 10 juta vaksin Astrazaneca yang telah digunakan di negara lain,” tambahnya.

--page

Selain itu dari penggunaan vaksin tersebut tidak menunjukkan bukti risiko emboli paru atau trombosis vena dalam golongan usia, jenis kelamin, dan golongan lainnya di negara lain yang menggunakannya.

“Dari fakta tersebut, jumlah kejadian sejenis pada masyarakat umum secara signifikan lebih rendah daripada penerima vaksin,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)