BORNEONEWS, Sampit - Hilang selama 19 jam, seorang pria bernama Kodim (44) warga Desa Sebungsu, Kevamatan Tualan Hulu, Kecamatan Kotawaringin Timur (Kotim) ditemukan mengapung di Sungai Tualan, Minggu, 14 Maret 2021.
Korban hilang sejak Sabtu, 13 Maret 2021 sekitar pukul 19.15 WIB dan baru ditemukan pukul 14.30 WIB hari ini dalam keadaan tidak bernyawa.
"Alhamdulilah korban sudah ditemukan oleh warga sekitar, dalam keadaan meninggal dunia," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Parenggean Iptu Agung Gunawan.
Hilangnya korban bermula ketika dirinya mencari ikan di sungai tersebut sekitar pukul 19.00 WIB menggunakan sampan sendirian.
Tidak berapa lama, salah seorang warga bertemu dan sempat bertegur sapa. Namun setelah sekitar 15 menit kemudian, warga bernama Sinus melihat lampu senter mengarah ke atas.
--page
Sehingga dirinyapun curiga dan langsung mendatangi arah cahaya tersebut. Sesampainya di sumber cahaya itu, ia melihat posisi senter sudah mengapung di sungai.
Hal itupun membuat dirinya meminta tolong kepada warga lainnya yang sama-sama mencari ikan. Sekitar 100 meter ditemukan sampan milik korban, sehingga mereka curiga korban jatuh tenggelam.
Hal itu membuat mereka memberikan informasi kepada warga lainnya untuk melakukan pencarian pada malam itu juga. "Pencarian warga dilakukan hingga siang, dan akhirnya ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB," katanya.
Jenazah korban sudah di evakuasi oleh warga, dan dibawa ke rumahnya. Sementara kasus ini masih dalam penanganan pihaknya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









