PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berupaya meningkatkan pembangunan yang berkulaitas dan maju untuk Kobar.

Sebagai bentuk kerja nyata PUPR untuk pembangunan, pihaknya memiliki program yang diberi nama 'Dua Belas Gorakan Gasan Kobar' yang artinya dia belas gerakan untuk Kobar dalam rangka mewujudkan kota sehat, kota hijau dan kota layak anak, dengan konsep Sustainable Development.

"Kuta memiliki konsep Sustainable Development melalui 12 Gorakan Gasan Kobar dan ini merupakan pencapaian visi misi pasangan Nurani (Nurhidayah dan Ahamdi Riansyah)," kata Juni Gultom, Kepala Dinas PUPR Kobar, Minggu, 14 Maret 2021.

Ke 12 gorakan itu sebagai berikut:

1. Gorakan nol lubang (GObang)

2. Gorakan nol sumbatan (GOsus)

3. Gorakan nol rawan abrasi (GOrasi)

4. Gorakan nol rawan banyu barosih (GOrbasih)

5. Gorakan nol jamban (Goban)

6. Gorakan sertifikasi tenaga konstruksi (GOserTEKO)

7. Gorakan sanitasi layak (Gosak)

8. Gorakan nol rawan banyu barosih (GObarsih)

9. Gorakan bersama benanam pohon (GOberhemon)

10. Gorakan irigasi barosih/Gorakan 2000 Embung (GOib)

11. Gorakan peduli ruang terbuka hijau (GOpertah)

12. Gorakan tertib pemanfaatan ruang (Gotamaru).

Menurut Juni, 12 gorakan gasan Kobar merupakan kebijakan dan program kegiatan yang telah disusun sebagai salah satu millestone dalam kegiatan implementasi strategi pembangunan.

Konsep Sustainable Development atau pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup orang di seluruh dunia, baik dari generasi sekarang maupun yang akan datang, tanpa mengeksploitasi penggunaan sumberdaya alam yang melebihi kapasitas dan daya dukung bumi.

"Semua ini harus dapat dukungan dari masyarakat, agar apa yang diupayakan dan dihasilkan bisa selaras. Sehingga terwujudlah kota sehat, kota hijau dan kota layak anak," pungkasnya. (DANANG/B-6)