PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Saat ibu - ibu sedang asik masak bersama untuk acara hajatan pernikahan, tiba - tiba api besar keluar dari regulator tabung gas 3 Kg dan membuat geger warga RT 18, Jalan Pemuda, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Senin 15 Maret 2021 sekitar pukul 10.58 WIB.

Ibu - ibu yang sedang masak - masak di rumah Suwarno (56), panik dan berhamburan ada yang lari ketakutan, dan sebagian mencoba mencari pertolongan dan yang lainnya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Diceritakan oleh Ida ibu - ibu yang turut serta dalam acara persiapan hajatan pernikahan, saat sedang asik memasak, tiba - tiba api keluar dari tabung gas melon.

Saat itu mereka bersama beberapa ibu - ibu yang lain, berusaha mencari cara bagaimana agar api bisa dipadamkan.

"Kita kaget mas, apinya besar keluar dari regulator. Bahkan sempat keluar dari sela - sela kayu yang digunakan alas untuk memasak. Kami pun berusaha sebisa kami untuk memadamkannya," jelas Ida dengan nada panik.

--page

Bersama - sama dengan ibu - ibu yang lain serta dibantu oleh bapak - bapak yang ikut serta dalam persiapan acara perniakahan, Ida menerangkan, bahwa awal mula yang dilakukan ialah menyiram air yang telah dicampur dengan sabun.

Disertai siraman air menggunakan selang, bahkan juga dipadamkan dengan menggunakan pasir dan juga handuk yang dibasahi.

"Saking paniknya, sampai pada akhirnya ada yang menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kobar. Mereka tim Damkar bisa tiba tepat waktu dan bersyukur api tidak sampai merembet kebagian lain dan api bisa dipadamkan," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Syaifudin menerangkan jika dirinya ikut membantu memadamkan api yang keluar dari tabung gas 3 Kg tersebut.

Sebab saat itu dirinya juga terlibat dalam persiapan acara pernikahan tetangganya, yang rencananya akan diselenggarakan pada, Selasa ,16 Maret 2021 besok.

--page

"Kita mendengar teriakan ibu - ibu yang panik adanya kebocoran tabung gas. Lalu kita bersama warga membantu memadamkan api dengan alat seadanya," ungkapnya.

Pantauan Bornenonews di lokasi kejadian, warga berkumpul dan membantu pemadaman. Setidaknya ada 4 unit mobil Damkar Kobar yang dengan sigap telah turun di lokasi.  Bersyukur atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Damkar Kobar yang sigap dan cepat langsung tiba di lokasi, setelah beberapa saat kami hubungi. Saya terimakasih banyak pada Damkar," kata Ahmad Syaifudin. (DANANG/B-6)