PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagian masyarakat menganggap bahwa sabut kelapa merupakan sampah, namun lain halnya dengan warga Desa Pangkalan Durin, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Mereka membuat sabut kelapa menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Kreativitas memanfaatkan limbah sabut kelapa diolah menjadi pot bunga dengan berbagai macam bentuk dilakukan oleh Ismail, selaku Ketua Karang Taruna Desa Pangkalan Durin.

Hasil kreativitasnya mendapat apresiasi dari masyarakat dan menjadi motivasi bagi para pemuda desa tempat tinggalnya.

Bahkan hasil karya Ismail mencuri perhatian Sekretaris Camat Pangkalan Lada, Bambang Sigit Purnomo.

Dia pun langsung mendatangi rumah Ismail, untuk memberikan dukungan dan proses pembuatan pot bunga dari sabut kelapa.

--page

"Kami datang melihat langsung kreatifitas warga kami, sebagai wujud dukungan dan upaya promosi, agar hasil karya warga kami dapat dikenal banyak orang dan menjadi tambahan penghasilan mereka," kata Bambang Sigit Purnomo saat dikonfirmasi, Selasa 16 Maret 2021.

Bambang menceritakan bagaimana proses Ismail membuat pot bunga yang berbahan dasar sabut kelapa.

Ismail awalnya coba - coba dengan mengumpulkan sisa-sisa sabut kelapa yang sudah tidak terpakai di lingkungannya, kemudian dicoba untuk dimanfaatkan dengan membuat pot bunga.

"Proses pembuatannya sederhana, sabut kelapa yang dikumpulkan di cacah menjadi halus, kemudian disusun rapi didalam kawat ram yang sudah dibentuk bulat hingga padat dan rapi, selanjutnya di ikat mengunakan tali nilon agar mudah untuk di gantung," jelasnya.

Bambang menilaikeberadaan pot bunga dari sabut kelapa kreatifitas Ismail, menjadi media tanam yang ramah lingkungan.

--page

Selain itu media tanam ini memiliki keunggulan tersendiri. Mengingat saat ini ditengah pandemi Covid-19 banyak orang hobi bercocok tanaman hias.

"Apa yang dibuat oleh Ismail ini juga menjadi motivasi bagi para pemuda dan warga Pangkalan Lada agar lebih kreatif, terlebih saat pandemi Covid-19," ungkapnya.

Pot serabut kelapa hasil karya Ismail diberi harga bervariasi mulai dari 20 ribu rupiah sampai ratusan ribu rupiah, tergantung dari besar kecilnya pot.

Meski terbuat dari sabut kelapa, namun tidak kalah cantik dengan pot yang dijual dipasaran, bahkan nanti pun pihak kecamatan akan membantu sistem pemasarannya.

"Kita tahu pemerintah desa saring kali diminta berpartisipasi untuk mengisi berbagai pameran kerajinan di setiap kegiatan, baik tingkat kecamtan dan kabupaten. Maka kerajinan ini akan terus kita dorong pemasaran dan kreasinya agar lebih luas," pungkasnya. (DANANG/B-6)