BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai pengembangan vaksin Sinovac multi dosis (multi dose) oleh Bio Farma akan lebih mengoptimalkan pengelolaan vaksin.
"Vaksin (Sinovac) kedua ini bahan bakunya dari China tetapi dikembangkan di bandung, sebelumnya single dose sekarang multi dose," ungkap Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul.
Suyuti menjelaskan dengan penggunaan kemasan multi dose, vaksin Sinovac dalam satu tempat bisa digunakan untuk vaksinasi 10 orang.
"Tentu ini (multi dose) ada manfaat, artinya penyimpanannya makin banyak. Kalau kemarin (single dose) sistem kita belum siap untuk vial dalam jumlah besar," tutur Suyuti.
Dia menegaskan Biofarma sebagai vendor pembuat vaksin sudah berpengalaman. Biofarma juga sudah punya kemampuan untuk mengembangkan vaksin selama puluhan tahun.
--page
"Biofarma produksi vaksin bukan pada saat Covid-19 ini saja. jadi vaksin dasar seperti TBC tetanus itu dikembangkan di sana, bahan baku saja yang impor," sebut Suyuti.
Suyuti mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir tentang vaksin Sinovac, karena secara fungsi dan kemampuan tidak ada perbedaan.
"Ini hanya menyangkut evisiensi, sebelumnya satu botol satu orang, sekarang satu botol 10 orang. itu akan menghemat penyimpanan, biaya transportasi dan sebagainya, " tandasnya. (HERMAWAN DP/B-5)









