PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menduduki posisi kedua secara nasional sebagai provinsi dengan pernikahan usia dini tertinggi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB), Rian Tangkudung. Ia menilai salah satu faktor penyebab tingginya angka ini karena ekonomi.

“Kalteng urutan kedua di Indonesia pernikahan usia dini. Memang permasalahan ekonomi menjadi pencetus utama terjadinya pernikahan anak,” kata Rian Tangkudung.

Tetapi, menurut Rian, ada beberapa faktor lain yang ikut mendorong tingginya angka pernikahan dini. Pemerintah pun terus menginventarisasi masalah-masalah yang mengakibatkan Kalteng masih tinggi.

“Melalui inventarisasi, tentunya kita bisa lebih fokus melakukan upaya menurunkan angka ini. Sebenarnya ada beberapa kabupaten yang tinggi tetapi semua cukup merata,” tambah Rian Tangkudung.

Hal ini ini juga pernah disinggung oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Sugianto melihat pernikahan dini kebanyakan terjadi di masyarakat yang berada di daerah pelosok dan terjadi karena faktor ekonomi.

Sugianto mengatakan kebanyakan orangtua yang berada di pedesaan setuju untuk menikahkan anak mereka dengan orang yang memiliki kemampuan lebih secara ekonomi, kendati anaknya masih berusia sangat muda.

--page

Selain itu, Sugianto menilai pernikahan dini juga bisa dipicu oleh sosial budaya di masyarakat. Terutama terkait pergaulan yang terlampau bebas dan minimnya pendidikan yang diterima oleh remaja. (HERMAWAN DP/B-11)